Ditulis oleh Cilacap Online Rabu, 11 Maret 2009 16:41
JAKARTA - Indonesian Corruption Watch (ICW), akan kembali melaporkan Departemen Agama ke KPK. Pelaporan ini terkait hasil audit BPK 11 Desember 2007, terkait Penyelenggaran Haji 2006 yang merugikan negara senilai Rp105.165.087.720.
"Kami akan melaporkan paling lama dua minggu lagi, dan melengkapi data-datanya," ujar Kepala divisi pusat data dan analisis ICW Firdaus Ilias di Kanto ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2009).
Lebih lanjut Firdaus menambahkan bahwa ada beberapa aspek penyimpangan ini. Misalnya, penyedian konsumsi di Armina Tahun 2006 mengalami kegagalan dan pembayaran tidak sesuai dengan kontrak, sehingga berpotensi merugikan negara sebesar Rp81.675.000.000.
Selain itu, sisa dana APBN-P untuk bantuan penyelenggaraan haji sebesar Rp713.371.603, belum disetor ke kas negara. Terjadi markup sebesar Rp4.302.278.197, dari pengadaan obat dan alat-alat kesehatan. Nilai yang dikeluarkan sebesar Rp11.806.532.675.
Dari pelayanan angkutan jemaah haji dari Masjidil Haram dan angkutan bagasi, terjadi inefisiensi Rp18.230.066.920. Kemudian inefisiensi pembayaran biaya Maslahat Ammah sebesar Rp244.371.000.
Sementara itu, dari hasil temuan ICW dari biaya penerbangan haji. Firdaus menjelaskan ICW melihat adanya beberapa kelebihan biaya penerbangan tahun 2009, senilai Rp898.989.586.000.
Kalau mengacu pada hasil audit BPK tahun 2005-2006, maka kelebihan biaya penerbangan tahun 2009 menjadi Rp1.278.176.760.000.
"Kita didatangi para jamaah haji, tentang kelebihan ibadah haji dan kelebihan harus dikembalikan," beber Firdaus.
Mengenai jasa giro dan tabungan jemaah tunggu, dinyatakan mencapai Rp500 miliar. "Jika bunga 4 persen, maka jumlah bunga tabungan jemaah haji mencapai Rp986 miliar lebih," pungkasnya.(hri.msn.okezone)
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |















Comments