Sabtu, Januari 02, 2010
   
TEXT_SIZE

Tragedi Situ Gintung, Ujian Sikap Kenegarawanan

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
INNALILLAH Wainna Illaihirojiuun. Indonesia kembali berduka. Cobaan Illahi kembali hadir di tengah-tengah kita dengan jebolnya tanggul Situ Gintung, Ciputat, Tangerang, Provinsi Banten, jam 02.00 WIB. Dapat dibayangkan bencana datang dini hari ini, saat warga setempat tidur pulas. Korban dari lokasi yang padat penduduk itu pun luar biasa besar.

Saat tulisan ini disusun, sebanyak 52 jiwa melayang. Kemungkinan mereka yang kehilangan nyawa masih bisa bertambah, mengingat wasih banyak warga yang belum diketahui nasibnya. Pencarian masih terus dilakukan. Sungguh kepedihan tak terperi. Kerugian masih terus bertambah, terutama dari aspek material--kerusakan bangunan dan harta benda milik korban.

Tercatat sekitar 300 rumah rusak dan hanyut. Total areal yang terendam air mencapai 10 hektar. Kondisi terparah dialami RT 02, RT 03, RT 04 yang berada di RW 08 Kampung Poncol, Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat, Tangerang. Nilai kerugian akibat bencana belum dapat dihitung.
 
Tragedi ini seolah menjadi teguran Ilahi kepada kita segenap warga bangsa. Terlebih saat pemikiran, perhatian, energi, dan waktu kita tengah tersedot untuk persiapan memasuki hajatan demokrasi, Pemilu 2009, yang makin dekat.

Makin dekatnya hari H pemilu membuat suhu kompetisi makin panas. Tema kampanye para elite politik tak jarang bernada tajam, cenderung memojokkan pihak lain. Di lain pihak, tak jarang pula elite yang emosional menyampaikan kelemahan pihak lain. Buntutnya berpotensi ditanggapi secara keliru oleh masyarakat.

Banyak peserta pemilu yang tidak mengindahkan rambu-rambu yang sudah ditetapkan. Badan Pengawas Pemilu mencatat, ada 197 pelanggaran pemilu yang terjadi di seluruh Indonesia. Persoalan  pemilu juga menghangat lantaran persoalan pengadaan dan distribusi logistik yang belum maksimal.

Di tengah situasi panas, kita dikejutkan oleh kabar duka dari Situ Gintung. Tapi di tengah duka nestapa, kita juga bisa melihat peristiwa ini sebagai “oase”. Tragedi ini menjadi momentum bagi para elite politik kita untuk sejenak menurunkan tensi kompetisi, mengubah haluan dari jalur politik menjadi kerja kemanusiaan.

Itulah yang ditunjukkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mengubah agenda cuti yang semula untuk kampanye di Serang, Banten. Presiden meluncur selepas sholat Jumat menuju Situ Gintung. Di sini, Presiden memimpin rapat singkat menentukan langkah darurat untuk mengatasi dampak bencana.

Rapat di lokasi kejadian diikuti yang dipimpin Presiden SBY diikuti Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadilah Supari, Menteri PU Joko Kirmanto dan Bupati Tangerang Ismeth Iskandar. Wakil Presiden M Jusif Kalla turut mendampingi Presiden.

Usai rapat Presiden menginstruksikan agar diberlakukan kondisi darurat. Mensos dan Menkes diinstruksikan Presiden untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Apa yang disampaikan Presiden sejalan dengan pernyataannya dulu.

Dalam perboncangan dengan wartawan di kediaman Cikeas, Bogor, Jawa Barat, SBY menegaskan, selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY akan menyukseskan partai bernomor urut 31 itu dengan ikut berkampanye. SBY mengambil cuti pada hari  Jumat untuk berkampanye.

Tapi meskipun sedang kampanye, kalau harus mengambilan keputusan pada tingkat Presiden, ada situasi emergency, SBY siap meninggalkan kampanye dan menjalankan tugas sebagai Kepala Negara/Pemerintahan. “Kalau ada apa-apa kita akan meresponnya dengan baik,” kata SBY kala itu.

Seyogyanya memang demikian, pemimpin bangsa ini cermat menentukan sikapnya kapan waktunya untuk kepentingan pribadi, kapan untuk kepentingan bangsa dan rakyatnya.

Comments

Name *
Email (For verification & Replies)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment

Lawakan Ala Cilacap

English Arabic Chinese (Traditional) Hindi Italian Korean Portuguese Filipino Indonesian

Tradisi & Budaya

Lain - Lain


Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra
Jumat, 07 Agustus 2009 19:45
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper
Senin, 30 Maret 2009 12:57
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal
Minggu, 15 Maret 2009 08:24
Petir Menyambar Rumah Warga
Rabu, 25 Februari 2009 08:45

Seputar Olahraga

  • Lippi Masih Seleksi Pemain ROMA - Pelatih Timnas Italia Marcelo Lippi mengaku sama sekali belum menentukan skuad terbaik timnya. Dia justru menyatakan kalau semua pemain yang ada saat ini masih dalam proses seleksi. Menyadari kalau...
  • United Kalah, Bukan Salah Vidic MANCHESTER - Mengaku kecewa dengan kekalahan yang diderita timnya saat berhadapan dengan Liverpool, Bek Manchester United Rio Ferdinand tetap menolak jika semua tudingan diarahkan kepada Nemanja Vidic....
  • Madrid Lepas 18 Pemain MADRID - Real Madrid langsung mengevaluasi skuadnya pascakegagalan di Liga Champions. Lebih lanjut Madrid akan melego 18 pemainnya di akhir musim ini. Seperti dikutip El Mundo Deportivo, Sabtu (14/3/2009),...
  • Arsenal Menangkan Duel Premier League vs Serie A ROMA - Habis sudah harapan wakil Italia berprestasi di Liga Champions musim ini. Italia harus mewakili ketangguhan klub Premier League setelah wakil terakhirnya AS Roma dibekuk Arsenal pada babak 16 besar...
  • Macau Grand Prix   Macau adalah pulau indah yang ramai dengan perjudian dan banyak hotel hotel megah yang baru didirikan sehingga menarik perhatian dunia, di Macau ini casino dan perjudian adalah legal. Kesekian kalinya...
  • 1
  • 2
109620
Hari iniHari ini43
KemarinKemarin229
Minggu iniMinggu ini272
Bulan iniBulan ini272
TotalTotal109620

  

Hakcipta © 2010 Cilacap Online. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.