Ditulis oleh waryo Sabtu, 31 Januari 2009 14:46

Penggunaan sandal, juga sering dipengaruhi oleh kebutuhannya. Sandal yang paling fleksibel adalah sandal jepit. Bisa dipakai ke kamar kecil, bisa juga dipakai ke pasar. Sandal-sandal lain, sangat bergantung dengan situasi. Saya terkekeh, ketika sejumlah teman mengklasifikasi sandal berdasarkan strata sosial. Kok bisa? Ya, bisa saja. Karena dalam banyak hal, sandal sebagaimana halnya aksesori kehidupan, memang sering dikaitkan dengan strata dan atau pemeringkatan sosial.
Bagaimanapun, sandal tetaplah sandal. Alas kaki. Fungsinya sama. Pembedanya, barangkali hanyalah desain, kemasan, dan akhirnya: harga. Faktor harga inilah yang menempatkan sandal sebagai salah satu produk unggulan yang nggak ada matinya.
Salah seorang sahabat, pengusaha yang membuka pabrik sandal, bilang pada saya, "Bisnis sandal, nyaris tak kenal krisis". Termasuk krisis keuangan global yang kini sedang menghadang begitu banyak bangsa dan negara. Hanya sandal untuk ekspor yang belakangan hari mengalami sedikit kendala. Maklum, semua produk untuk konsumsi massal memang sedang menghadapi suasana ‘demam'.
Seorang sahabat yang lain, yang kebetulan budayawan, menghubungkan sandal dengan peradaban. Dengan sesuka hati dia bilang, sandal di tengah perkembangan masyarakat, juga mencerminkan perkembangan peradaban. Dia katakan demikian, karena di dalam proses produksi sandal, terdapat pula proses kreatif. Dalam konteks proses kreatif itulah riset dilakukan. Baik dalam konteks desain, maupun dalam konteks pasar. Hasil riset kemudian berkembang dalam proses ikutan yang panjang.
Seorang sahabat lain, yang kebetulan seorang ahli kesehatan masyarakat, bercerita tentang sandal dari sudut pandangnya. Proses desain sandal, menurutnya, wajib mempertimbangkan aspek kesehatan. Bukan hanya sekadar aspek keindahan (artistik dan estetik) belaka. Dia katakan, sandal yang mempertimbangkan aspek kesehatan, akan mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan kebanyakan sandal. Bahkan, secara spesifik kini diproduksi sandal kesehatan. Makin banyak ragam penyakit yang diderita masyarakat, makin banyak diproduksi sandal kesehatan.
Suatu ketika, saat shalat Jumat, seorang khatib menggunakan idiom tentang sandal untuk menjelaskan hubungan sosial. Khatib itu mengatakan, suatu ketika, seorang sahabat yang saleh menggunakan sandal yang termasuk harta ghanimah, sebelum Rasulullah Muhammad SAW mendistribusikan. Seorang sahabat lain bercerita tentang hal itu kepada Rasulullah.
Para sahabat tersentak, kaget, dan takut, ketika Rasulullah meminta sahabat yang dimaksudkan mengembalikan sandal itu ke tempatnya semula, sebagai harta ghanimah. Pasalnya? Menurut Rasulullah, sandal yang masih termasuk kategori harta ghanimah, termasuk harta haram yang dipergunakan, sebelum secara resmi didistribusikan kepada yang berhak. "Jangan sampai, hanya karena sandal, sahabat yang shaleh itu tertunda masuk surga," ujar sang ustadz.
Ah... sandal. Saya terhenyak sesaat, ketika tiba-tiba menyaksikan beberapa bocah tanpa sandal masih menadahkan tangan di traffic light. Mereka mengaku tak punya sandal, karena tak punya uang. Bagi mereka, sesuap nasih jauh lebih penting ketimbang sepasang sandal.
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |













Comments
I am from Egypt and also now am reading in English, please tell me right I wrote the following sentence: "This meant the attack for the mystery of zyklon b as an water for hand at auschwitz, and a match station and water were managed by wearing a education."
Waiting for a reply :-), Airbrush tanning salon qualifications.
Temen-temen ingin WIRAUSAHA ??? Jadi entrepreneur ???
Ingin punya bisnis ??? Mau buka usaha ???
Yang nyata, halal, prospektif & mudah ??? ( Bukan MLM )
Atau butuh bimbingan / konsultasi ???
Wujudkan Bersama Kami. "CV.HAZET Computer & Konsultan Bisnis"
Hubungi 08121479434 Bp.Afif Naofal atau Klik
WWW.INFOBAGUS.TK atau
WWW.HAZETCOM.BLOGSPOT.COM
Bersama kami insyaAllah untung, maju, berkah & sukses.
Saatnya ACTION. Ayo ambil peluang bisnis ini.
Tidak ada kata terlambat. Ikuti jejak mereka yg sudah kami bina & sukses.
Kami bantu anda maksimal. Melayani Seluruh Indonesia. GARANSI.
KONSULTASI GRATIS !!! ==================================================