Ditulis oleh Cilacap Online Rabu, 18 Maret 2009 17:16
JAKARTA - Diskursus mengenai amandemen kelima UUD 1945 memang lebih diwarnai oleh gagasan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk memperkuat wewenang konstitusionalnya.
Anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution mengatakan, sejauh ini DPD memang diakui telah melakukan kerja-kerja yang serius dalam merumuskan draf amandemen konstitusi.
"Namun demikian, amandemen kelima bukanlah semata-mata demi mengakomodir kepentingan DPD," kata Buyung saat menjadi keynote speeaker pada seminar bertajuk 'Pembahasan dan Rekomendasi Amandemen UUD 1945 Secara Komprehensif' di Ruang Sidang Wantimpres, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2009).
Amandemen UUD 1945 secara komprehensif, kata dia, harus menjadi komitmen bersama. Perubahan konstitusi tidak boleh dilakukan secara tambal sulam dan terus menerus. Konstitusi yang kuat memang bukan yang keramat dan sulit diubah.
"Perubahan terus menerus secara tambal sulam hanya akan menghasilkan konstitusi compang-camping dan tidak mampu menjadi landasan yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.
Oleh karena itu, Wantimpres mengajak semua pihak untuk melangkah maju dan berpikir rasional dalam mencari jalan keluar bagi berbagai persoalan dalam sistem ketatanegaraan.
Kita tidak perlu merasa alergi terhadap pembaruan atau terlalu dogmatis pada suatu sistem. Kita perlu membuka peluang bagi segala upaya perbaikan dari berbagai macam cara dan sistem," pungkasnya. (nov.okezone)
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |















Comments