Ditulis oleh Yossy Suparyo Jumat, 09 Januari 2009 18:41
Polisi mencurigai adanya penggelembungan dana dalam proyek Simpemdes (Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan Desa) yang dilaksanakan tahun 2008. Dugaan korupsi menguat sebab dari Rp 48 juta yang dibayarkan tiap Pemerintahan Desa (Pemdes) hanya mendapat satu unit komputer Merk Lenovo beserta program aplikasi pendukung, satu unit printer laser merk HP, satu unit UPS dan meja komputer serta pelatihan perangkat desa.Menurut perhitungan banyak kalangan pengadaan peralatan komputer dan pelatihan tidak mencapai angka 20 juta. Karenanya, polisi sudah mengendus adanya dugaan markup harga dalam pengadaan komputer untuk 284 desa di Kabupaten Cilacap yang menelan anggaran lebih dari Rp 13 miliar.
Kapolwil Banyumas, Ghufron, mengaku tengah menyelidiki dan mengumpulkan data-data tentang Simpemdes di lapangan (Cilacapmedia, 6/1/2009). Ia sendiri merasa harga tersebut tidak rasional dan diduga ada ketimpangan dalam proyek tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka.
Simpemdes dibangun dengan harapan untuk meningkatkan kinerja pelayanan pada masyarakat, membuat pekerjaan yang dilakukan para para pelayanan masyarakat (birokrat) menjadi transparan, cepat, dan murah.Namun, pada kenyataannya proyek ini justru menjadi lahan subur korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |















Comments